- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Lukisan Ratu Sima berdasarkan relief dan prasasti
Ratu Shima adalah salah satu tokoh wanita paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Ia memimpin Kerajaan Kalingga, sebuah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berkembang di Jawa Tengah pada abad ke-7 Masehi. Masa pemerintahannya diperkirakan berlangsung sekitar akhir abad ke-6 hingga awal abad ke-7, menjadikannya sezaman dengan Nabi Muhammad yang hidup antara tahun 570 hingga 632 M.
Ratu Shima dan Era Nabi Muhammad
Di saat Nabi Muhammad menerima wahyu pertama pada tahun 610 M dan mulai menyebarkan ajaran Islam di Mekah, Ratu Shima memimpin Kalingga dengan kebijakan yang tegas dan adil. Saat itu, tanah Jawa masih didominasi oleh pengaruh Hindu-Buddha yang datang dari India, sementara di tanah Arab, Islam sedang tumbuh dan berkembang sebagai agama baru yang akan mengubah peradaban dunia.
Jika dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa di Timur Tengah pada masa itu, kepemimpinan Ratu Shima berlangsung di tengah kondisi politik dan sosial yang berbeda. Sementara Nabi Muhammad menghadapi perlawanan dari kaum Quraisy dan akhirnya hijrah ke Madinah pada tahun 622 M, Ratu Shima sibuk memperkuat tatanan hukum di Kalingga dan dikenal sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keadilan.
Hukum Keras dan Tegas di Kalingga
Salah satu aspek kepemimpinan Ratu Shima yang paling terkenal adalah kebijakan hukumnya yang sangat ketat dalam menegakkan kejujuran. Dikisahkan bahwa di bawah pemerintahannya, rakyat Kalingga hidup dengan disiplin tinggi karena hukum yang diberlakukan tidak pandang bulu.
Salah satu cerita yang sering dikaitkan dengan kepemimpinannya adalah kisah tentang seorang raja dari negeri asing yang menguji kejujuran rakyat Kalingga dengan meletakkan sekantong emas di tengah jalan. Setelah berbulan-bulan, tak ada satu pun warga yang berani menyentuhnya. Namun, suatu hari, anak Ratu Shima sendiri tanpa sengaja menyentuh kantong emas tersebut dengan kakinya. Mengetahui hal itu, Ratu Shima tidak segan untuk memberikan hukuman, meskipun yang bersalah adalah keluarganya sendiri. Namun, karena anaknya tidak berniat mencuri, ia hanya diberi hukuman ringan.
Warisan Kepemimpinan Ratu Shima
Keberanian dan kebijaksanaan Ratu Shima menjadikannya salah satu pemimpin wanita paling dihormati dalam sejarah Jawa. Meskipun tidak banyak catatan tertulis tentang Kerajaan Kalingga, kisah-kisah mengenai pemerintahannya tetap bertahan dalam tradisi lisan dan catatan sejarah seperti dalam naskah-naskah Jawa kuno dan catatan dari Tiongkok.
Setelah kepemimpinan Ratu Shima, Kalingga diyakini mengalami pergeseran politik dan budaya. Beberapa sejarawan percaya bahwa keturunannya berperan dalam berdirinya Kerajaan Medang (Mataram Kuno), yang kelak menjadi salah satu kerajaan besar di Nusantara.
Kesimpulan
Ratu Shima adalah pemimpin yang hidup pada masa yang sama dengan Nabi Muhammad. Meskipun berada di dua belahan dunia yang berbeda, keduanya dikenal sebagai sosok yang membawa perubahan besar dalam masyarakat mereka masing-masing. Jika Nabi Muhammad dikenal karena membawa ajaran Islam yang menegakkan keadilan dan kejujuran, Ratu Shima pun memiliki kebijakan hukum yang serupa, dengan menegakkan disiplin dan kejujuran di tanah Jawa. Warisan kepemimpinannya menjadi inspirasi bagi generasi setelahnya dan menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi pemimpin yang kuat dan dihormati.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


Komentar
Posting Komentar